BETTY AND THE PRINCE

by Cahyarani Permata Aji (Notes) on Tuesday, June 18, 2013 at 9:02pm

Ini adalah cerpen kedua aku yang sebenarnya aku tulis beberapa tahun lalu di buku diary yaitu pada tanggal 26 Juli 2009 sehari sebelum aku genap berumur 16 tahun. Silahkan dibaca saudara – saudari sekalian, cekidot..!!! ^_^

Matahari keluar dari peraduannya di sebelah timur, menyilaukan seisi kota yang orang-orangnya masih berada di alam mimpi. Kecuali Betty, cewek manis ini memang berbeda dari yang lain. Ia selalu bangun lebih pagi dari matahari. Alasannya adalah time is money. Padahal cewek ini juga tidak jelas kerjaannya apa. Seperti biasa, pagi-pagi begini Betty jalan-jalan ke empang kakeknya yang berada kira-kira 2 meter dari rumahnya. Harapannya sih, agar si kakek yang terkenal pelit ini bisa luluh hatinya melihat cucunya datang setiap hari ke empangnya. Padahal permintaan Betty sih simple-simple aja, ia hanya minta ikan buat lauk sehari-hari. Setibanya di empang kakeknya Betty berkata “Kek, boleh minta ikan buat lauk?”

“Tidak bisa! Wong ikan ini kukasih makan pake duit, eh kamu malah minta gratis,” teriak sang kakek begitu melihat sosok Betty di hadapannya. Padahal Betty belum bicara sepatah katapun pada kakeknya itu.

“Kakek, memangnya ikan bisa makan duit ya kek, setahu Betty ikan kan makan cacing,” balas Betty dengan tampangnya yang super polos.

Kakek Betty bertambah kesal melihat tingkah cucunya itu, “Cacing sekarang gak gratis tau, cacing juga dibeli pake duit,”

“Ah, itu mah kakek saja yang malas cari cacingnya. Sini biar betty yang cariin cacingnya,” ujar Betty.

“Ya sudah, kalau begitu kamu cari sana. 1 cacing sama dengan 1 ekor ikan,” teriak kakek lagi lalu kemudian pergi memberi makan ikan-ikannya. Sementara Betty hanya teriak-teriak kegirangan lantaran kakeknya mau memberinya pekerjaan sampingan sebagai pencari cacing.

“Hari gini kan nyari kerjaan susah, jadi pencari cacing juga udah bersyukur banget,” pekik Betty dalam hati.

***

Kemudian Betty pergi merantau ke kota. Berharap di kota terdapat banyak cacing yang bisa ditukarkan oleh ikan kakeknya. Ternyata memang di kota berbeda sama di desa, kalau di desa cacing mah gampang banget dicari yah kalau di kota, cacing-cacingnya juga jadi lebih pintar buat sembunyi. Buktinya Betty yang sudah dari tadi menggaruk-garuk tanah disana sini belum juga menemukan cacing satu ekor pun. Betty mulai capek dan bosan dengan kerjaannya, tapi mau tidak mau ia harus melakukannya, lumayan kan 1 ekor cacing ditukar dengan 1 ekor ikan. Berarti kalau dapat 20 cacing berarti aku dikasih 20 ekor ikan, lumayan kan sisanya bisa dijual. Ini namanya bercacing-cacing dahulu, berikan-ikan kemudian. Hehehe.

“Duh, di kota kok susah banget sih nyari cacing, cacingnya mungkin pada migrasi ke desa gara-gara di kota sedang terjadi pemanasan global” Betty mulai putus asa ketika tanah basah yang kini digalinya tidak juga terdapat cacing.

“Aku tidak boleh menyerah, masa sih aku kalah dengan cacing yang lembek dan tidak bertulang itu,” Betty mulai semangat lagi ketika mengingat ikan-ikan kakeknya yang gemuk-gemuk yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Kemudian Betty mulai melangkahkan kakinya memasuki jalanan setapak yang jalannya becek minta ampun, mana gak ada ojek lagi. Tapi, Betty nggak peduli walau nggak ada ojek kan masih ada kaki buat jalan.” Gumam Betty sambil menyusuri jalanan setapak.

Betty semakin jauh memasuki jalanan setapak yang becek itu, kakinya juga sudah semakin lelah. Perutnya sudah kruyuk – kruyuk dari tadi menuntut haknya. Tapi, mana ada makanan di tempat seperti ini. Dengan sisa kekuatan yang masih ada ia kembali melaksanakan tugasnya sebagai pemburu cacing. Dengan semangat 45, tanah basah didepannya kini digaruknya. “YES, dapat!!” teriak Betty begitu melihat ekor seekor cacing yang menyembul dari tanah.

Karena begitu gembiranya mendapatkan seekor cacing, Betty sama sekali tidak menyadari ternyata ada orang lain di tempat itu selain dirinya. Orang itu menatap Betty dari kejauhan sambil tersenyum tipis. Berkali-kali dipanggilnya Betty, tapi yang dipanggil malah asyik bercengkrama dengan cacing yang baru saja di tangkapnya. “Lumayan deh, dapat 3 ekor,” kata Betty sambil beranjak dari tempatnya. Tapi kemudian Betty terdiam dan menatap ke kanan dan ke kiri, lalu kemudian terdiam lagi lalu celingak-celinguk lagi. Begitu seterusnya sampai Betty kecapekan sendiri mencari asal muasal dari suara yang memanggilnya.

“Hei, kamu siapa? Kamu mau mencuri cacingku ini ya?” teriak Betty pada seseorang yang tidak ia kenal.

“Enak saja! Yu fikir tampang ai ini seperti tampang pencuri cacing,” balas seorang cowok, tapi orang itu tidak menampakkan dirinya.

Betty mulai penasaran, “Hei, kamu siapa sih. Ada suara gak ada gambar!!” teriak Betty.

“Ai pangeran, sekarang yu mesti tolongin ai!” balas suara itu

“Gimana aku mau nolongin kalau kamunya tidak menampakkan diri!” Balas Betty.

“Ai tidak bisa!”

“Kenapa?”

“Pokoknya tidak bisa!,”

“Ya udah kalau begitu aku juga nggak bisa nolongin!” balas Betty sambil pura – pura beranjak dari tempat itu. Tiba-tiba orang itu keluar dari persembunyiannya dengan keadaan yang membuat Betty berteriak sekuat tenaga. Sementara si cowok yang mengaku pangeran itu hanya senyam-senyum menahan malu.

***

Kemudian Betty membawa pulang si cowok yang tidak dikenalnya tadi. Setibanya di rumah. Apes benar nasib Betty hari ini, udah capek-capek nyari cacing, ketemu sama cowok aneh, dan ujung-ujungnya dikibulin ama kakeknya.

“Lho, kok cuma ekornya doing kek?” Tanya Betty heran dengan sikap kakeknya.

“Lha, tadi kan kakek bilang 1 ekor cacing sama dengan 1 ekor ikan kan, berarti ya ekornya doang,” ujar sang kakek dengan santainya.

Otak Betty masih mengingat-ngingat peristiwa sore tadi, “Uh, dasar kakek pelit!!” pekik Betty dalam hati.

“Yu tenang aja, entar kalau pengawal ai udah datang. Ai bakal balas budi sama yu,” ujar cowok yang mengaku pangeran itu. Betty hanya ngangguk – angguk, itu sudah ke sembilan kalinya cowok aneh itu menyebut dirinya pangeran.

Kemudian Betty bertanya dengan nada suara pelan “Beneran kamu itu pangeran? Lagian mana ada pangeran yang mandi di tengah hutan terus cuma pake kaos gantung dan boxer doang, loe lebih mirip om-om hidung belang tau!” gerutu Betty

“Tadi itu ai mandi karena ai kegerahan banget, ai nggak nyangka kalau indonesia bisa sepanas ini, jadinya ai kehilangan jejak sama pengawal ai and dompet ai dicuri sama anak-anak saat ai lagi mandi,” ucap cowok itu.

Betty hanya ngangguk – angguk antara percaya dan tidak. Betty saat ini lagi nggak bisa mikir karena perutnya sudah keroncongan banget. Karena tidak tahan akhirnya Betty makan juga pakai nasi campur garam seperti yang di tawarkan ibunya. Dalam hati Betty berteriak mengutuk kakeknya yang kikirnya udah overloaded itu.

Pagi harinya Betty bertanya lagi dengan cowok yang mengaku pangeran itu, kali ini otaknya sudah lebih fresh untuk berpikir.

“Hey siapa kamu sebenarnya? Dari kemarin belum kenalan.” Betty bertanya kepada pangeran.

“My name Prince Handsomeboy, sepupu sangat jauhnya sultan Brunei,” ujar Prince Handsomeboy.

“Nama yang aneh,” ujar Betty dalam hati.

“Terus rencanamu apa datang ke indonesia?” tanya Betty.

“Ai mau ikutan pemilihan coverboy majalah gaul, ai kan ganteng kayak nama ai jadi ai yakin pasti ai menang,” ujar Prince itu lagi.

“Benar-benar orang yang aneh!” ujar Betty dalam hati.

“Kenapa gak jadi coverboy aja di negara loe?” tanya Betty lagi.

“Ai ingin go International, disana ai udah bosan jadi model. So, ai ingin menularkan kegantengan ai di Indonesia,” ujar prince sambil tersenyum bangga.

Betty hanya bisa tersenyum mendengar ocehan pangeran itu. Padahal dalam hati ia berkata, “Beneran ni orang pangeran?”

Mau tidak mau Betty harus membantu cowok Brunei itu menggapai impiannya, dalam hati sebenarnya Betty tidak mau wong buat menggapai impiannya aja buat dapat kerjaan susahnya minta ampun, eh sekarang malah bantuin orang asing.

Esok hari Betty dan Prince Handsomeboy pergi ke kota untuk mengikuti pemilihan coverboy. Mereka telah sampai di tempat audisi pemilihan coverboy majalah gaul. Disana mereka tampak kebingungan, kemudian Betty bertanya kepada pangeran. “Eh Prince, ini tempat apaan? Saya belum pernah kesini. Gedungnya besar sekali bagaikan istana kerajaan.”

“Ini tempat audisi coverboy majalah gaul tau. Yu tenang aja, ada Ai. Yu nggak usah bingung di tempat ini. Ai sudah sering pergi ke tempat seperti ini.” Balas Prince.

Kemudian kedua orang yang sama – sama aneh itu pergi ke salah satu ruangan informasi. “Ehm, permisi Ai prince Handsomeboy. Ai kesini bersama Betty, ai ingin mengikuti audisi pemilihan coverboy majalah gaul. Bagaimana caranya?” Tanya prince kepada resepsionis.

“Silahkan isi formulirnya disini pak.” ujar seorang resepsionis saat Betty dan Prince Handsomeboy tiba di kantor pusat majalah gaul.

“Okey, ai bakalan isi sekarang juga.” Gumam Prince.

Betty hanya diam-diam aja melihat tingkah laku sepupu sangat jauhnya sultan Brunei itu. Betty sempat bete juga tadi selama di jalanan diperhatikan orang. Gimana nggak? Betty yang just ordinary girl dan mukanya nggak beda jauh ama Betty Lafea itu jalan sama prince yang mau gak mau Betty harus akui kalau dia emang ganteng banget. Ya, mirip – mirip deh sama aktor bollywood Shahrukh Khan. Bahkan saat dijalan ada yang mengatakan kepada Betty “Wah, beruntung banget loe jadi pembantunya. Gantian dong,”. Siapa yang nggak bete coba?” pikir Betty.

“Kok yu melamun?” wajah Prince yang tampan tiba-tiba berada tepat 3 cm dari wajah Betty. Kontan Betty langsung teriak kayak orang gila. Saat semua orang menatap mereka, prince langsung menarik tangan Betty agar lari dari tempat itu.

“Yu, kenapa sih kaget gitu?” tanya Prince saat mereka berada sekitar 100 meter dari tempat itu. Betty hanya diam dan mengontrol detak jantungnya yang tidak karuan. Bayangin aja, belum hilang kekagetannya karena dikagetin Prince, eh malah disuruh lari-lari. Untung Betty nggak punya penyakit jantung.

***

Beberapa hari berlalu. Betty bagaikan pembantu bagi prince, tiap hari kerjanya hanya menemani prince ke kantor majalah gaul buat wawancara atau tes kamera. Harus diakui, Betty emang senang karena akhirnya Prince menjadi finalis coverboy majalah gaul 2009 tapi tingkah lakunya prince yang makin menjadi-jadi itu membuat Betty menjadi semakin sebal sama dia.

“Well, Tomorrow is a big day,” kata Prince.

“Nggak usah pake bahasa Inggris deh, aku nggak ngerti!,” ujar Betty sebel.

“Okey, Betty ai mau yu besok temani ai buat grandfinal itu ya?” Tanya Prince.

Betty tidak punya pilihan lain, Mau tidak mau dia harus menemani temannya itu. Dan akhirnya Betty mengangguk tanda setuju. Hari yang katanya Big day bagi Prince kini datang juga, Betty sengaja duduk di bangku penonton paling depan agar dia bisa leluasa melihat Prince bergaya di atas panggung. Mata Betty terpaku di atas panggung, memperhatikan setiap cowok ganteng yang tampil memperlihatkan kebolehannya. Saat giliran Prince, kontan seluruh cewek yang berada disana berteriak sekuat tenaga Betty pun nggak mau kalah. Saat seluruh finalis selesai, sang mc langsung mengambil bagian. Kini saatnya untuk mengumumkan pemenangnya. Jantung Betty dag-dig-dug tidak karuan. Ia berharap Prince yang menang.

“So, The winner is….,” ujar si mc dengan gayanya yang centil di atas panggung.

“Prince Handsomeboy!!,”

Mendengar nama yang sangat dikenalnya itu disebut, Betty langsung teriak. Prince pun naik panggung dan mengucapkan terima kasih pada semua penonton. Mata Betty menatap takjub ke arah Prince. Jantungnya semakin keras berdetak. Apakah ia sudah jatuh cinta sama Prince?

“I want to say thank you to Betty yang sudah menolong ai, so ai dapat berdiri di depan yu semua, thank you!” ujar Prince berlagak seperti pemenang piala Oscar. Kontan jantung Betty semakin berdetak mendengar namanya disebut, padahal cewek – cewek disekelilingnya sudah berbisik – bisik perihal Betty yang disebut-sebut sang juara coverboy 2009 diatas. Betty tau dirinya tengah dibicarakan, tapi dianya hanya senyam-senyum sendiri di tempatnya.

***

Esok harinya Betty dikejutkan oleh selembar surat kabar. Sebenarnya tidak begitu mengejutkan, kalau saja di headline surat kabar itu tidak tertulis nama “Prince Handsomeboy”. Betty terkejut membaca tulisan besar yang tertera di samping foto Prince Handsomeboy. “Pangeran Kesultanan Brunei Raib Saat Berkunjung Ke Indonesia”. Bukan hanya Betty yang terkejut, tapi juga Prince dan ibu Betty sendiri.

“Yu, tenang aja. Mereka gak akan ngapa-ngapain yu,” ujar Prince sambil membaca artikel tentangnya di surat kabar itu.

“Gimana kalau mereka tau kamu disini, bisa – bisa nanti aku dituduh menculik,” Betty mulai panik.

“Yah, mana mungkin cewek sederhana kayak yu bisa menculik cowok keren kayak ai, tenang aja mereka nggak bakal percaya kalau yu nyulik ai,” kata Prince.

Betty hanya berdehem dan berkata dalam hati, “Duh, kambuh lagi deh narsisnya,”

Tapi belum sempat Betty bernapas lega, suara pintu digedor-gedor dari luar mengagetkannya dan membuatnya semakin panik. Ternyata benar, mereka adalah orang-orang dari Kesultanan Brunei. Prince muncul aja dengan santainya menyapa mereka seakan tak merasa bersalah sudah membuat orang kerajaan paniknya setengah mati.

“You must go home prince!,” ujar pengawal berumur sekitar 70 an

“How did you know, I am in here,” Tanya Prince kepada pengawal.

“You dont need to know, if you dont go i will get that girl to the prison!” ujar pengawal yang satu lagi sambil menunjuk ke arah Betty yang tengah sembunyi tapi kepalanya kelihatan.

“Sir, sorry. Ai don’t tau apa-apa tentang hal ini, dulu ai just help Prrince,” Betty keluar dari tempat persembunyiannya lalu berusaha membela diri dengan bahasa inggrisnya yang pas-pasan.

“Okey, I will go! But let me talk a little with Betty,” ujar Prince sambil menarik tangan Betty untuk pergi menjauh dari kedua pengawal itu.

Betty yang pada dasarnya tidak mengerti bahasa inggris hanya keheranan melihat pangeran membawanya pergi ke belakang rumah.

“Betty, sepertinya ai must pergi dari sini,” kata Prince pelan.

Betty merasa ada yang hilang di hatinya mendengar Prince bicara seperti itu. Padahal dirinya sudah mulai suka sama Prince walaupun terkadang dia juga suka sebel sama Prince.

“Pergi saja, aku justru senang kalau kamu nggak ada,” lanjut Betty.

“Ai mau bilang kalau ai…………,” Prince berkata dengan sangat gugup.

Betty menjadi dag-dig-dug tidak karuan, jangan-jangan ini pernyataan cinta.

“Kamu kenapa?” tanya Betty, padahal di hatinya dia berharap kalau pangeran bakal mengatakan cinta kepadanya.

“Ai… su….,”

“Ngomong yang jelas dong!” Betty mulai gak sabaran.

“Ai suka jadi Coverboy disini, ai malah belum dapat tawaran main sinetron,”Betty ngeh mendengarnya, hatinya hancur… Ia sadar diri, ya memang Betty Lafea gak mungkin bisa memikat hati Shahrukh Khan. Betty hanya senyam – senyum melihat pangeran.

“Ai nggak bakalan lupain yu, Because I love You,” ucap pangeran sambil mengecup kening Betty. Setelah itu Prince pamit pada Betty dan ibunya. Dalam hati Betty merasa sedih melihat pangeran pujaan hatinya itu pergi jauh meninggalkannya. Otaknya terus memikirkan saat Prince menciumnya dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa inggris yang Betty tidak tau artinya apa. Betty tidak sadar kalau kata itu adalah pernyataan cinta Prince untuknya. Kalau Betty tau arti kata-kata itu, mungkin dia tidak akan sekecewa ini..

“Prince yu jahat banget ama ai, kenapa yu nggak cinta ai seperti ai cinta sama yu..Tau begini ai nggak bakalan nolongin yu dulu!,” pekik Betty

***

Tahun demi tahun telah berlalu, Betty kemudian menikah dengan seseorang pria dan memiliki puteri yang sangat cantik bernama Nadia. Kemudian Betty menceritakan pengalamannya kepada puteri kecilnya.

“Wah, cerita yang bagus Mama,” ujar gadis kecil itu sambil bertepuk tangan.

Wanita yang dipanggil Mama itu adalah Betty beberapa tahun kemudian, ia hanya bisa tersenyum melihat puteri kecilnya begitu senang dengan ceritanya.

“Ma, Nadia penasaran deh pengen lihat mukanya pangeran brunei itu,” kata Nadia.

“Yang jelas orangnya sangat keren,” ujar Betty sambil tersenyum.

Dikecupnya pipi puteri kecilnya saat gadis itu sudah mulai mengantuk dan merebahkan diri di tempat tidur.

“Selamat tidur, sayang,” ucap Betty.

Saat Betty beranjak keluar dari kamar itu tiba-tiba anaknya memanggil ,“Ma, apa sih kata bahasa inggris yang diucapkan pangeran terakhir kali,” tanya Nadia.

Sejenak Betty berpikir lalu menggelengkan kepalanya, “Mama udah lupa, hehehe”

Sekarang kisah Betty dan Pangeran hanya menjadi kisah kecil di dalam hati Betty, rupanya takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersatu. Setahun setelah Prince pergi, Betty dilamar oleh seorang pemuda tampan teman sepermainannya waktu kecil. Dan dari pernikahannya itu, maka lahirlah Nadia malaikat kecilnya yang lucu. Tapi, tentu saja nama Prince Handsomeboy masih terukir jelas di hatinya.

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s