Note-1

Meratapi suatu kesalahan takkan mungkin membalikan kesempatan.
Saat jari-jari tak kuasa menari-nari karena otak tak mampu bersinkronisasi.
Mata tak mencerna karena alpa.
Otodidak jadi pilihan, utamakan pendengaran. Apa saja yang ia mainkan coba aku rekam.
Ini terlalu rumit berbicara tentang sesuatu teori.
Namun semua berbeda kala merubah sudut pandang kita.
Alhamdulillah, aku masih diberi pendengaran yang jernih meski insiden sempat terjadi.
Satu harapan, instingku takkan pernah mati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s