NEW CONCEPT OF SCHOOL’S LIBRARY

ABSTRAK

            Artikel ini ditulis berdasarkan pada fakta yang beranggapan bahwa perpustakaan sekolah merupakan suatu tempat yang kuno, asing dan bahkan menjadi tempat yang dikeramatkan oleh sebagian orang karena jarang dikunjungi oleh siswa. Namun anggapan dari pernyataan tersebut tidaklah benar, karena perpustakaan pada era informasi seperti sekarang ini telah menjelma sebagai suatu tempat yang nyaman untuk kegiatan proses belajar mengajar. Perpustakaan sekolah yang ada pada saat ini telah memiliki konsep baru yang lebih modern,  dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas infrastruktur yang sangat mendukung kegiatan proses belajar mengajar siswa secara aktif dan efektif .

PENDAHULUAN

Dahulu kita beranggapan perpustakaan adalah sebuah tempat menyimpan banyak buku dengan suasana yang tenang tidak ada suara sedikitpun dan perpustakaan hanya dikhususkan bagi mereka yang kutu buku. Konsep yang kuno dari perpustakaan ini membuat kita selalu mengkeramatkan perpustakaan dan enggan untuk masuk ke sana, apalagi untuk duduk dan membaca buku. Namun konsep perpustakaan yang keramat tidaklah sepenuhnya salah, karena memang banyak perpustakaan yang masih memakai konsep seperti itu. Salah satu contohnya adalah perpustakaan di sekolah-sekolah baik itu tingkat SD, SMP, SMA ataupun SMK. Mayoritas perpustakaan di sekolah-sekolah masih beranggapan bahwa perpustakaan adalah tempat yang tenang untuk membaca buku ataupun sebagai tempat untuk sekedar meminjam buku-buku sekolah yang membosankan, sehingga menciptakan kesan tidak menarik bagi siswa-siswinya. Terlebih lagi ketika kita melihat koleksi bukunya yang sebagian besar tidak menarik untuk dibaca oleh kalangan murid. Bahkan, tidak jarang siswa yang ingin mengerjakan tugas di perpustakaan harus diusir keluar oleh petugasnya karena takut membuat gaduh di dalam perpustakaan. Kondisi-kondisi seperti ini sangat tidak disukai oleh kalangan pelajar, karena baik itu anak-anak ataupun remaja mereka suka untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan temannya mereka tidak menyukai ketenangan yang berlebihan yang mereka rasakan saat berada di dalam perpustakaan. Padahal salah satu fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat belajar masyarakat, tapi bagaimana jika perpustakaan tersebut menjadi tempat yang kurang menarik minat masyarakatnya untuk dijadikan sebagai tempat pembelajaran?

Melihat fenomena-fenomena yang banyak terjadi di berbagai perpustakaan khususnya perpustakaan sekolah itu menjadi alasan penulis untuk mengubah perpustakaan dari kesan yang membosankan menjadi kesan yang menarik dan menyenangkan untuk didatangi. Maka dari itu, dalam artikel ini penulis menyajikan beberapa cara untuk merubah konsep kuno dari perpustakaan tersebut.

PEMBAHASAN

Mengubah konsep kuno dari perpustakaan sekolah memanglah tidak semudah yang dibayangkan. Butuh sebuah inovasi dalam perubahan tersebut agar pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dan pusat informasi agar dapat dimanfaatkan secara efektif oleh warga sekolah. Berbagai inovasi yang dapat dilakukan untuk merubah kesan perpustakaan sekolah adalah dengan menghadirkan seorang pustakawan ideal dan teknologi di perpustakaan.

 

Pustakawan Ideal

Perpustakaan memang tidak dapat berjalan sendiri, dibalik kesuksesan perpustakaan pasti ada orang yang menjalankannya, orang tersebut dinamakan pustakawan. Pustakawan yang ideal adalah orang yang benar-benar paham akan perpustakaan dan pastinya orang itu harus menempuh pendidikan sebagai seorang pustakawan. Koleksi dan fasilitas-fasilitas yang memadai tentu tidak akan dapat optimal pemanfaatannya tanpa peran aktif pustakawan. Pada kasus-kasus selama ini yang ditemui penulis, banyak perpustakaan sekolah yang tidak ditangani oleh pustakawan ideal, padahal peran pustakawan ideal sangat dibutuhkan khususnya untuk mengubah konsep lama dari perpustakaan itu sendiri, karena seorang pustakawan yang ideal pasti memiliki kompetensi dalam melakukan tugasnya. Pustakawan dengan kompetensi tertentu akan mampu berperan dalam membantu warga sekolah memberdayakan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Istiana (2008).

Kompetensi yang harus dimiliki putakawan antara lain adalah:

  1. Pengelolaan informasi; pustakawan harus berkemampuan untuk mengelola informasi sehingga mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan. Pustakawan harus mampu mengolah informasi, mengemas ulang informasi, memilah dan memilih informasi yang diperlukan termasuk mengembangkan koleksi yang dimilki perpustakaan agar mampu menarik minat penggunanya.
  2. Literasi informasi; pustakawan harus mampu menyampaikan materi yang terkait dengan literasi informasi kepada pengguna. Oleh karena itu sebelumnya pustakawan harus memahami apa itu literasi informasi. Dengan kompetensi literasi informasi ini, pustakawan berkemampuan dan selalu bersemangat untuk belajar.
  3. Kemampuan interpersonal; kemampuan interpersonal berkaitan dengan kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain dan membangun hubungan baik dengan individu lain. pustakawan ditutut untuk menciptakan komunikasi yang menyenangkan sehingga pengguna tidak merasa segan menghubungi pustakawan.
  4. Kemampuan intrapersonal; kemampuan intrapersonal adalah kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri. Karakteristik seseorang yang memiliki kemampuan intrapersonal adalah (Istiana, 2007)[1]:

–        Memilki tanggung jawab,

–        Mampu mengenali perasaanyya, dan mengarahkan emosi pribadinya,

–        Percaya diri,

–        Berani mengambil keputusan,

–        Mampu memotivasi diri sendiri,

–        Mampu mengintropeksi diri sendiri dan memperbaiki kekurangannya.

Memiliki kompetensi yang relevan dengan bidang yang digeluti merupakan syarat yang harus dipenuhi agar terwujudnya pustakawan ideal. Dengan hadirnya pustakawan ideal di perpustakaan sekolah diharapkan mampu mengubah konsep perpustaakaan dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya, sehingga perpustakaan dapat dimanfaatkan secara efektif bagi warga sekolah.

Teknologi di Perpustakaan

Saat ini, teknologi berkembang pesat, berbagai teknologi yang diciptakan juga sudah merambah ke perpustakaan. Satu cara yang terbilang inovatif dan efektif untuk perubahan konsep perpustakaan sekolah adalah dengan menghadirkan teknologi-teknologi di perpustakaan sendiri. Cara ini terbilang efektif karena anak-anak dan remaja cenderung menyukai teknologi sebagai media untuk pencarian informasi, sehingga bisa menarik minat siswa-siswi untuk berkunjung ke perpustakaan sekolahnya. Beragam teknologi di perpustakaan yang dapat diterapkan di perpustakaan sekolah bukanlah hal baru lagi, karena sudah banyak perpustakaan dunia yang berbasis teknologi (perpustakaan hybrida).

Kehadiran teknologi di perpustakaan tentu memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi penggunanya, terutama bagi pelajar yang tentu membutuhkan banyak informasi. Dengan hadirnya teknologi di perpustakaan sekolah, pelajar tentunya dapat mengakses informasi lewat jaringan internet. Berbagai teknologi tersebut antara lain:

–        Sirkulasi

Dengan bantuan komputer proses sirkulasi dapat berjalan dengan cepat dan meminimalisir masalah-masalah, seperti kartu peminjaman yang hilang, ketersediaan koleksi agar tetap selalu ada di perpustakaan. Pada proses sirkulasi ini terdapat siklus perputaran waktu untuk koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan dari tahapan proses peminjaman hingga pengembalian.

–        Katalog Online

Katalog online adalah sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Sering dikatakan OPAC (Online Public Access Catalogue) oleh pengguna. Sistem ini sangat bermanfaat untuk efisiensi waktu dan tempat penyimpanan katalog dari koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan.

–        Website

Dengan adanya website perpustakaan sekolah, warga sekolah bisa mengetahui informasi-informasi terbaru dari perpustakaan, seperti koleksi terbaru yang bisa diakses dimana saja secara lebih sistematis.

Hadirnya teknologi di perpustakaan diharapkan bisa memacu semangat pelajar untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar dan pusat informasi. dengan adanya teknologi khusunya yang berbasis internet, perpustakaan memiliki banyak informasi yang dapat diaskes oleh pelajar.

Faktor utama kesuksesan dalam perubahan konsep perpustakaan sekolah adalah peran aktif warga sekolah yang juga mendukung adanya perubahan konsep ini sehingga perpustakaan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kesadaran akan pentingnya perpustakaan sebagai pusat informasi dan tempat belajar juga harus ditanamkan ke warga sekolah karena pengguna dari perpustakaan sekolah tidak lain adalah warga sekolah itu sendiri baik itu guru, siswa, staf dan komite sekolah.

PENUTUP

Perubahan konsep baru di perpustakaan sekolah ini diharapkan dapat menarik para siswa-siswinya untuk dapat memanfaatkan peran perpustakaan dengan maksimal dan efektif dalam mencari segala jenis informasi yang dibutuhkan terkait dengan pelajaran dan pengetahuan yang ingin mereka kembangkan. Selain itu, perpustakaan juga dapat berperan untuk memacu semangat belajar siswanya dan dapat mencetak generasi muda yang cerdas dan terampil. Diharapkan pula peran optimal perpustakaan sebagai pusat belajar dan informasi ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pendidikan bangsa ke arah yang lebih maju.

Selain itu peran orang tua, guru, staff dan kepala sekolah juga menjadi sangatlah penting sebagai faktor penyedia dan pendukung infrastruktur yang ada di perpustakaan. Dengan demikian terciptalah keselarasan antara fungsi dari perpustakaan sebagai pusat belajar yang nyaman untuk para siswa dan siswi di lingkungan sekolah-sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

http://duniaperpustakaan.com/2010/02/19/strategi-penerapan-teknologi-informasi-digital-library-di-perpustakaan-dan-pusat-informasi/

Istiana, Purwani dkk. 2008. Perpustakaan dan Kebangkitan Bangsa. LPPI, Yogyakarta. hal: 75-77


[1] Istiana, Purwani. 2007. Meningkatkan Profesionalisme sebagai langkah awal peningkatan citra positif pustakawan. Makalah disampaikan pada lomba Pustakawan Berprestasi Provinsi DIY. Dalam buku Perpustakaan dan Kebangkitan Bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s