Tugas Sosiologi

Tugas Sosiologi.

Bab: Konflik.

Guru Pembimbing: Bp. Oon A.Fauzan.

Soal:

  1. Apa yang dimaksud dengan konflik sosial?
  2. Apa perbedaan konflik vertical dengan konflik horizontal?
  3. Apa perbedaan konflik dengan kekerasan?
  4. Mengapa masyarakat yang majemuk rawan dengan konflik?
  5. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik!

Jawaban:

  1. Konflik sosial merupakan proses sosial yang ditandai dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
  2. – Konflik Vertikal: merupakan konflik antara pihak satu dengan pihak lain dalam suatu struktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan yang tidak sama.

– Konflik Horizontal: adalah konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat antara dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat.

3.Perbedaan Konflik dan Kekerasan:

No. Kekerasan Konflik
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Terjadi benturan fisik yang merugikan pihak lain.

Terjadi secara spontan dan kadang disebabkan oleh karena masalah sepele.

Waktu berlangsungnya relative pendek dan mudah diatasi/diantisipasi.

Berakibat pada kerusakan fisik dan penderitaan psikis.

Tidak terorganisasi, pola dan tujuan tidak jelas.

Penyebab terjadinya tidak memiliki akar masalah yang mendasar.

Terlihat nyata karena sudah terjadi benturan fisik.

Mudah dipengaruhi dan diprovokasi pihak lain.

Cara-cara mengatasinya lebih mudah dengan biaya yang tidak besar.

Belum tentu disertai benturan fisik sehingga belum tentu menimbulkan kerugian pihak lain.

Terjadi melalui proses lama dengan permasalahan yang kompleks.

Waktu berlangsungnya relative lama dan sulit diatasi sampai tuntas.

Belum tentu ada kerusakan fisik dan jatuh korban sebelum ada benturan.

Terorganisasi, pola tindakan dan tujuannya jelas.

Penyebabnya memliki akar masalah prinsip karena prosesnya lama.

Pada tahap awal tidak tampak karena belum terjadi benturan fisik.

Agak sulit dipengaruhi oleh pihak lain karena memiliki prinsip kuat.

Cara mengatasinya lebih rumit, lama dan memerlukan biaya besar

  1. Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang secara struktural memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat diversitas. Biasanya, masyarakat yang demikian ditandai oleh kurang berkembangnya system nilai atau consensus yang disepakati oleh sejumlah anggota masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tipe majemuk memiliki potensi dan kerawanan timbulnya konflik.
  2. Sebab-sebab terjadinya konflik antara lain:

Adanya kesalahpahaman, perasaan tersinggung, atau dendam antarindividu yang akhirnya menimbulkan konflik perorangan.

Adanya benturan kepentingan dan perebutan sesuatu baik antarindividu maupun antarkelompok.

Adanya kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya pada kelompok-kelompok etnis yang berbeda. Yang menimbulkan perasaan iri, dengki, dan antipati dari kelompok yang lemah/miskin, tertindas, terjajah terhadap kelompok yang berkuasa.

Adanya pemaksaan kebijakan pemerintah/partai yang berkuasa kepada golongan minoritas/rakyat yang dikuasai.

Adanya perubahan sosial politik yang terlalu cepat, sedangkan masyarakat belum siap menghadapinya.

Meletusnya revolusi politik yang menjurus pada perebutan kekuasaan Negara.

Adanya intervensi dan ekspansi wilayah terhadap wilayah Negara lain tanpa alasan hukum yang sah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s