Al-Qur’an Apaan Tuuuhhh???? (bagian 2)

Lihat Juga Nama-Nama Al-Qur’an Yukkkkzz!!!!

Masih ingat nggak nama-nama lain Al-Qur’an? Waktu kecil kamu pasti pernah dengar dari guru ngaji atau pernah baca waktu di SD or SLTP. Cuma kita sekarang ini sering lupa sebelum hafal, benar nggak? Yuk bongkar lagi memory lama, moga-moga sebagiannya kamu-kamu masih pada ingat.

Pertama, Al-Qur’an disebut juga Al-Kitab artinya kumpulan (catatan). Al-Qur’an disebut dengan Al-Kitab karena ia mengumpulkan alias menghimpun berbagai persoalan kehidupan pada masa lalu, kini, maupun yang akan datang, yang gaib maupun yang nampak, yang kecil ataupun yang besar.

Di samping itu, Al-Qur’an juga mengumpulkan segala macam ilmu islam yang sifatnya mendasar. Itu lho kayak ilmu Tauhid, Tasawuf, Fiqh, Sejarah, Akhlak….and lain-lain. Pokoknya lengkap dech. Percaya nggak percaya, ustadz-ustadz kita begitu menerangkannya. Kita buktikan aja sama-sama dengan membacanya ayat per ayat, setuju???

Kedua, Al-Huda. It means petunjuk. Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi siapa saja yang menginginkannya. Tua muda, laki perempuan, yang disana atau yang disini, yang jauh maupun yang dekat, semua berhak atas petunjuk Al-Qur’an. Yang bernama manusia dan bahkan jin bisa memperoleh petunjuk Al-Qur’an kalo mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dengan kebeningan hati alias ikhlas. Yang di Indonesia bisa, yang tinggal di Australia juga bisa, yang di Amerika bisa, yang di Arab pun bisa. Dimanapun kamu berada, pasti bisa.

Tapi sayangnya, tidak semua orang mau tunduk kepada petunjuk Al-Quran. Kamu buktiin aja dech di lapangan mengenai fenomena ini. PR yach, buat kamu!

Agak disayangkan, ada orang yang menghalangi dirinya sendiri dari petunjuk itu. Mau tapi segan. Butuh tapi malah menjauh. Yaaaahh…itulah mungkin arogansi makhluk yang bernama manusia. Kamu bukan dari golongan ini kan?

Ketiga, Al-Furqan. Bukan Pak Purkon lho… Al-Qur’an memang menjadi pembeda antara yang haq dan yang batil. Tiada pembeda yang jelas antara kebenaran dan kedzaliman melebihi Al-Qur’an. Kita dan teman-teman seakidah patut berbangga dengan kemampuan Al-Qur’an yang memfurqankan dua hal yang antagonis, yaitu antara kebaikan and kejahatan. Do you understand what I mean?

Truz keempat, Ar-Rahmah. Artinya, Al-Qur’an merupakan rahmat bagi siapa saja yang mempelajarinya dan mengamalkan petunjuk-petunjuknya. Ia ditujukan untuk semua umat manusia sejak diturunkannya hingga hari kiamat kelak. Kamu yang remaja and pemuda or pemudi, ortumu and kakek-nenekmu yang sudah berumur, adik-adikmu yang lucu and imut-imut…. Semua boleh mempelajarinya. Mulai dari membaca, menghafal, mengaji kandungannya sampai pada mengamalkannya dalam hidup ini.

Semua boleh mengetahui dan memahaminya. Semua boleh mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain. Semua kita berhak mendapatkan rahmat Al-Qur’an.

Lalu kelima An-Nuur, artinya cahaya. Dan yang keenam Al-Bayan, artinya penerang. Penerang dan cahaya ada kedekatan makna, maka kita satukan aja biar tidak bertele-tele. OK? Kehidupan yang penuh dengan problem dan misteri terasa berat dijalani oleh mereka yang tidak memiliki cahaya penerang kehidupannya.

Hidup terasa sesak dan menyesakkan, penuh penderitaan and kenistaan. Rasanya seperti di penjara aja, seperti paling susah sendiri, tak ada orang yang peduli dengan nasibnya. Daaannn… perasaan-perasaan susah lainnya. Ia stress, sengsara, ia bingung, bimbang… hidup terasa gelap baginya.

Kepada teman kita yang merasakan nasib seperti itu, kamu-kamu harus mengajaknya belajar mengaji, tentu dengan cara yang baik lho! Di dalam pengajian biasanya dibahas keterangan-keterangan dari Al-Qur’an dalam menghadapi problematika kehidupan.

Insya Allah ada titik terang, ada sebongkah cahaya, ada segudang sinar yang siap memancar dari setiap sudut Al-Qur’an yang dipelajarinya. Kamu pernah ngalamin nggak?

Nah yang ketujuh sekarang, Al-Qur’an itu disebut juga Ar-Ruh. Ruh sifatnya menghidupkan. Binatang dapat melintas di depanmu karena ada ruh. Bunga-bunga bersemi di halaman rumah kita karena ada ruhnya. Manusia bekerja, beraktivitas kian kemari karena ruhnya eksis dalam raganya. Demikianlah… Al-Qur’an disebut juga Ar-Ruh, karena ia menghidupkan hati yang tandus, hati yang hampa, hati yang gersang bahkan yang telah mati sekalipun Al-Qur’an dapat menghidupkannya. So, read and study Al-Qur’an, will you?

Bisa juga kita katakan, semakin tinggi nilai-nilai Al-Qur’an melekat pada diri seseorang, semakin cerah and terampillah ruh dalam jiwa orang tersebut. Semakin semangat pula ia menjalani kehidupan ini. Nggak percaya? Jangan tanya aku, buktiin aja sendiri.

Yang kedelapan Asy-Syifa, obat. Bukan obat sembarang obat, tapi obat excellent. Al-Qur’an berfungsi sebagai obat penyakit lahir alias fisik maupun penyakit batin alias psikis. Kok bisa? Ya, memang ada dalilnya kok. Yuk kita buka surat Yunus ayat 57. Allah berfirman: “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu pengajaran dari Tuhanmu dan obat (penawar) bagi penyakit yang ada dalam dada-dadamu, petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.” Nah, yang dimaksud pengajaran, obat, petunjuk dan rahmat dalam ayat di atas ialah Al-Qur’anul Karim.

Malah ada hadits yang menceritakan seorang sahabat mengobati seorang tokoh masyarakat di suatu tempat, hanya dengan membacakan surat Al-Fatihah kepadanya. Kisahnya begini, serombongan sahabat Nabi saw, menempuh perjalanan jauh hingga sampailah mereka di suatu perkampungan Arab. Lalu rombongan ini meminta penduduk agar menjamunya, tetapi para penduduk enggan.

Pada saat yang bersamaan pemimpin kampung tersebut tersengat binatang. Para penduduk sibuk mencarikan obatnya. Namun tak ada yang dapat menyembuhkannya. Lalu di kalangan mereka ada yang usul: “Bagaimana jika kita mendatangi rombongan tadi dan minta bantuan kepada mereka, siapa tahu mereka dapat menyembuhkannya.”

Berangkatlah beberapa perwakilan untuk meminta bantuan kepada rombongan para sahabat: “Wahai saudara, pemimpin kami saat ini terkena sengatan binatang, kami telah mengusahakan segala obat, tapi tidak dapat menyembuhkannya. Apakah ada di antara kalian yang dapat mengobatinya?”

“Ya, saya dapat menyembuhkannya.” Jawab salah seorang sahabat. “Tapi kami tidak akan mengobatinya hingga kalian mau memberi kami imbalan.”

Maka mereka bersepakat memberikan beberapa ekor kambing.

Mulailah sahabat Nabi saw meniup bekas sengatan tadi dengan membaca surat Al-Fatihah. Dan tiba-tiba pemimpin kampung tadi langsung sembuh. Ia pun dapat berjalan kembali seakan tak pernah sakit apapun. Truz mereka pun menyerahkan sejumlah ekor kambing kepada para sahabat Nabi sebagai imbalan yang tadi telah di sepakati bersama.

Begitu Lho, Ceritanya!!!

Nah, itu contoh kecil aja pengobatan fisik lewat keberkahan Al-Qur’an. Kalo obat penyakit psikis, emang nggak perlu contoh orang lain. Langsung praktik aja: baca Al-Qur’an, renungkan terjemahannya, resapi maknanya, rasa tenteram pun segera menghampirimu.

Nama Al-Qur’an lainnya adalah Al-Haqq, artinya kebenaran. Memang Al-Qur’an merupakan kebenaran di satu sisi, dan di sisi lain ia juga memisahkan antara yang haq dan yang batil. Jadi, siapa yang mencari kebenaran, hendaklah kembali kepada Al-Qur’an. Jangan ke mbah D-U-K-U-N. Kayak si Alam penyanyi dangdut aja!! Hehehe…

Itu tadi yang kesembilan. Yang kesepuluh ialah Mau’izhah, artinya pengajaran atau nasihat. Di ayat 57 dari surat Yunus telah diterangkan tentang Al-Qur’an sebagai Mau’izhah. Ia menjadi nasihat bagi orang-orang yang dilanda kebingungan dan kegelisahan, sekaligus menjadi pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Al-Qur’an akan membenarkan seseorang bila berbuat salah.

Kesebelas, Al-Qur’an juga disebut Adz-Dzikr artinya pemberi peringatan. Dinamakan demikian karena sifatnya Al-Qur’an yang banyak mengingatkan umat manusia tentang adanya siksa Allah bagi orang-orang yang mendurhakai perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya. Ia mengingatkan kita-kita akan adanya kehidupan sesudah mati, adanya hari kiamat, siksa kubur, de-el-el yang akal kita seringkali tidak mampu menjangkaunya.

Itu yaaah… nama-nama lain Al-Qur’an. Sudah hafal sekarang?

Dari sekian nama di atas, yang paling banyak dikenal adalah Al-Qur’an itu sendiri, Al-Furqan, Al-Kitab and Adz-Dzikr.

§§§§

One thought on “Al-Qur’an Apaan Tuuuhhh???? (bagian 2)

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Perkenankan saya untuk ikut berbagi perihal Digital Qur’an v3, sebuah aplikasi Windows buatan Bpk. Sony Sugema yang menampilkan ayat dalam bahasa Arab, terjemahan dalam bahasa Indonesia/Inggris, sekaligus suara pembacaan dari ayat yang dimaksud.

    Semoga bermanfaat. Terimakasih.

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s