IBUNDAKU INSPIRASIKU !!!

Karya ini aku persembahkan untuk Ibundaku tercinta yang jauh disana. Yaitu di sebuah kota kecil yang terletak di provinsi Jawa Timur. Di kota kecil itulah aku dibesarkan oleh ayah dan bundaku dengan penuh kasih sayang. Canda tawa selalu menghiasi hari-hariku. Aku adalah seorang anak sulung dari tiga bersaudara. Diantara saudara-saudaraku tersebut akulah yang paling dekat sekali dengan Bunda. Jika ada permasalahan pasti aku bercerita kepadanya, dan Bunda selalu memberiku solusi dan motivasi untuk aku supaya aku lebih semangat untuk menjalani hidup. Jika aku bersedih pasti Bunda selalu ada untuk menghiburku dengan nyanyian atau apalah yang bisa membuat aku menjadi semangat lagi. Aku sayang sekali dengan Bunda melebihi apapun. Seperti pepatah “Surga Itu Ada Di Telapak Kaki Ibu”.

Namun sekarang aku berada jauh dari Bunda, karena untuk menggapai cita-citaku disini. Tidak ada pelukan dan belaian kasih sayang dari bunda, walaupun disini aku tinggal dengan pakdhe dan budhe, tetapi rasanya benar-benar sangat berbeda bila berada di dekat ibunda kandung sendiri dengan orang lain meskipun masih saudara kandung sendiri. Kemudian aku tersadar bahwa aku sekarang sudah menginjak usia remaja dan aku harus belajar mandiri untuk kehidupanku esok yang mudah-mudahan menjadi lebih baik dibandingkan dengan saat ini.

Aku akan bercerita tentang bagaimana Ibundaku dari kecil hingga sekarang ini, yang menjadikan sebuah inspirasi untukku. Mau tahu ceritanya kan????

Bundaku adalah sosok seorang yang menjadi inspirasi dalam hidupku. Dia adalah segala-galanya bagiku. Bundaku adalah sosok seorang wanita yang sangat sabar dan tegar dalam menghadapi cobaan hidup yang diberikan oleh Tuhan yang datang bertubi-tubi menimpa keluarga kami. Dari kecil bunda sudah di didik untuk sabar dan tegar oleh almarhum kakek dan nenekku. Bundaku berasal dari keluarga sederhana, tidak kaya dan tidak juga miskin. Tetapi bundaku tetap ceria, santun dan menjalani hidup apa adanya. Bundaku adalah seorang anak bungsu dari penjual jenang sumsum dan nasi pecel, tetapi kesemua itu sama sekali tidak membuat bunda menjadi patah semangat untuk tetap sekolah. Dengan sangat percaya diri dan sabar bunda menjalankan semuanya. Bahkan di sekolah bundaku tergolong anak yang cukup cerdas dan pintar bergaul. Oleh karena itu dia mempunyai banyak teman di sekolahnya dan dikenal oleh semua guru-guru di sekolahnya. Setelah pulang sekolah biasanya bunda membantu nenek dan kakek bekerja dirumah bersama ketiga orang kakaknya.

Setelah lulus sekolah bunda melanjutkan bekerja menjadi guru TK. Menjadi guru TK bukanlah pekerjaan yang gampang, karena bunda menghadapi anak-anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Dengan sabar dan tekun bunda mengajar anak-anak tersebut menjadi anak yang cerdas dan berhasil. Selama kurang lebih 11 tahunan bunda bekerja menjadi guru TK honorer dengan gaji yang sangat kecil bahkan tidak layak untuk menambah uang belanja keluarga, tetapi untuk bunda semua itu tidak masalah karena bunda bekerja semata-mata karena ibadah kepada Allah bukan karena gaji atau honor. Dan karena pada saat itu juga sangat susah sekali mengikuti ujian PNS sampai beberapa kali bunda tidak lulus. Mungkin karena keberuntungan belum berada di pihak bunda. Tetapi bunda tidak mudah menyerah begitu saja. Setiap kali ada kesempatan ujian CPNS bunda selalu mengikutinya.

Pada tahun 2003 bunda berpindah mengajar jadi guru honorer di SD. Bunda jadi guru honorer mengajar di SD itupun juga semata-mata untuk beribadah kepada Allah, jadi apabila mendapat gaji berapapun juga tetap di syukuri walaupun kecil. Aku mungkin tidak bisa membayangkan begitu susahnya jika aku yang menjalankannya. Pasti aku tidak kuat menjalani apa yang dijalani oleh bunda waktu itu.

Oleh karena bundaku sudah sabar, tegar dan tetap ihtiar menerima cobaan apapun dari Allah. Pada tahun 2005 bunda baru diangkat menjadi PNS. Syukur Alhamdulillah bunda panjatkan kepada Allah swt karena perjuangan bunda jadi guru honorer selama beberapa tahun lamanya tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang sangat bagus bahkan menakjubkan. Karena bunda percaya setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya dan pada awalnya memang rasanya tidak enak tetapi dikemudiannya kita akan menuai hasilnya dan syaratnya harus ikhlas dalam semua itu.

Perjuangan beliau tidak sampai disitu saja. Setelah diangkat menjadi guru PNS, bunda dihadapkan oleh tempat lokasi bekerjanya yang lebih jauh yaitu di desa Sukomoro kira-kira jaraknya 7 km dari pusat kota Nganjuk. Tetapi bunda tetap menjalankan hidup apa adanya dan tidak menuntut apa-apa dalam arti ikhlas menerima semua. Meskipun tempat mengajar bunda itu jauh tapi bunda bekerja karena ridlo Allah, dan jarak menjadi tidak masalah bahkan dekat untuk dijalankan.

Dengan ketegaran dan semangat bunda dalam menjalankan tugas yang melelahkan tapi bunda tetap bisa mengasuh dan mendidik kami dengan penuh kasih sayang. Tapi kesabaran dan ketegaran bunda ternyata masih diuji oleh Allah, saya mendapat musibah kecelakaan yang berawal kira-kira setahun yang lalu. Pada saat itu aku tengah menjalankan kegiatan bimbel tak jauh dari rumahku. Ketika menjelang maghrib aku baru pulang dari kegiatan bimbel dan aku mampir kerumah temanku untuk menepati janjiku yaitu membeli buku pidato bahasa jawa di galeri took buku melati. Setelah mendapat buku pidato bahasa jawa tersebut kemudian aku dan temanku pulang. Ketika sampai di perempatan persimpangan jalan, aku dan temanku berpisah. Aku jalan ke arah selatan dan temanku jalan ke arah barat. Sambil kukayuh sepedaku, aku melintasi jalan desa yang sunyi dan sepi di waktu itu.

Di tengah perjalanan kerumah, tidak kusangka dan kuduga aku jatuh kecelakaan. Roda depan sepedaku terperosok ke dalam selokan dan aku jatuh dengan kepalaku juga terbentur sangat keras oleh aspal jalan. Anehnya saat itu tidak ada seorangpun yang tahu kejadian itu. Aku pingsan tak sadarkan diri saat itu. Dan aku juga terbangun sendiri beberapa saat kemudian. Lalu aku pulang kerumah. Di saat aku pulang, seperti ada yang menunjukkan arah jalan pulang kerumahku. Aku dalam keadaan lupa dan kepalaku terasa pusing sekali. Setelah sampai dirumah, aku disambut dengan cemas oleh keluargaku, terutama bunda yang terlihat begitu cemas sekali melihatku kok baru pulang jam segini?? Tanpa pikir panjang dan tanpa banyak bicara, aku langsung cepat masuk ke kamar tidurku dengan di dampingi oleh bundaku yang masih sangat khawatir dengan kondisiku. Bundaku menangis dan berdoa kepada Allah atas apa yang dialami oleh anaknya masih penuh dengan teka-teki.

Esok hari aku tidak pergi ke sekolah karena sakit. Kemudian bundaku membawa aku ke dokter. Kata dokter aku mengalami gagar otak sehingga sampai amnesia. Setelah itu kita (aku dan bunda) pulang kerumah. Ketika sampai dirumah bundaku menangis setelah tahu anaknya seperti itu, lalu bunda cerita kepada ayah tentang hal tadi. Aku tidak tahu menahu apa masalahnya karena aku dalam keadaan lupa. Lima hari setelah itu aku seperti orang linglung. Tiap kali ditanya jawabanku selalu tidak tahu. Orang-orang jadi terheran melihatku. Dan akhirnya aku juga seperti orang lumpuh. Kaki dan tanganku sama sekali tidak bisa digerakkan. Aku hanya bisa tidur di atas dipan. Melihat kondisi aku seperti itu ayah dan bundaku tidak terdiam dan menangis. Ayah dan bundaku sibuk mencari pengobatan yang cocok untukku sampai ke Surabaya dan mereka selalu berdoa kepada Allah setiap waktu setiap hari tidak perduli siang dan malam berdoa untukku. Terutama bunda, bunda setiap hari tidak hentinya berdoa dan memohon kepada Allah. Bunda sangat sayang denganku, waktu aku sakit, bunda yang ngurusin aku sampai-sampai pekerjaannya ditinggalkan dan adik-adikku juga tidak lupa bunda urusin juga, karena mereka masih kecil-kecil. Bukan hanya ayah dan bundaku saja yang bingung, tetapi juga semua orang. Dari saudara, sahabatku, dan para tetanggaku juga ikut merasakan penderitaan ayah dan bundaku. Selama kurang lebih dua minggu aku seperti orang lumpuh.

Penderitaanku dan orang tuaku tidak berhenti sampai disitu saja. Aku masih diberi cobaan oleh Allah berupa amnesia yang masih aku alami. Aku pergi ke sekolah, tetapi di sekolah aku hanya bisa duduk terdiam sambil melihat-lihat polah tingkah teman-temanku semua yang sayang denganku dan berusaha untuk menghiburku. Tidak jarang juga bahkan sering sekali aku jatuh pingsan kalau sudah pusing dan tidak kuat untuk di ajak berfikir. Aku sempat berkali-kali putus asa karena hal tersebut. Aku merasa kalau aku hanya bisanya merepotkan dan menyusahkan orang-orang disekitarku. Dan mengapakah Allah memberikan cobaan seperti ini kepadaku dan keluargaku. Aku juga sempat mencoba untuk bunuh diri, tetapi bunda dan teman-temanku bisa menggagalkannya dan mereka selalu memberikan semangat dan motivasi untukku. Sahabatku selalu berkata kalau aku itu harus optimis sembuh. Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendakiNya. Dan Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan manusia, itulah yang dinasehatkan oleh bundaku kepadaku. Jika Tuhan memberikan kita cobaan berarti itu tandanya Tuhan sayang dengan kita. Setiap sakit pasti ada obatnya. Dan kita harus bisa tabah dan sabar dalam hal ini. Dan itulah kalimat-kalimat yang sering dikatakan oleh sahabatku. Kemudian aku berusaha untuk bersabar dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah. Dan aku tidak lupa selalu memohon dan berdoa sendiri kepada Allah.

Ketika menjelang Ujian Nasional, aku mulai sedikit-sedikit mengingat memory aku yang hilang beberapa waktu lalu berkat bantuan bimbingan bundaku yang selalu membantu aku untuk mengingat memoryku yang hilang saat aku amnesia. Alhamdulillah, aku bisa lulus waktu itu. Padahal aku berfikir pasti aku tidak lulus ujian, karena aku sudah lama kurang lebih 6-7 bulan tidak masuk sekolah, lalu aku pasrahkan semuanya kepada Allah. Benar-benar suatu mukzizat Allah yang sangat menakjubkan. Bukan aku saja yang sangat senang dengan adanya hal tadi. Ayah dan bundaku, saudara-saudaraku, sahabat dan teman-temanku, guru-guruku di sekolah, sampai para tetanggaku, semua menangis terharu bercampur bahagia mendengar berita tentang kelulusan aku yang merupakan suatu mukzizat dari Allah yang diberikan kepadaku. Mereka semua seakan tidak percaya, lalu juga ikut mengucap syukur Alhamdulillah.

Ternyata Allah memberikan suatu anugerah yaitu aku bisa di terima di sekolah favorit di SMAN 3 Nganjuk (Jatim). Tetapi kondisiku kurang mendukung, apalagi dengan tugas-tugasku yang menumpuk sangat banyak, sehingga semangatku sempat menurun karena sering drop dan pingsan. Tetapi bundaku selalu berdoa dan mendorong semangatku untuk tetap semangat melanjutkan sekolah.

Karena kondisi fisik yang tidak mendukung akhirnya orang tuaku mengambil keputusan untuk aku istirahat berhenti sekolah. Akhirnya ayah dan bundaku bermusyawarah, aku di ajak ke tempat tinggalnya pakdhe (kakak dari ayahku) di Kuningan (Jabar). Tadinya aku mau istirahat tetapi pakdheku menyarankan bahwa aku istirahat sambil sekolah saja disini. Aku di sekolahkan di SMA Kosgoro Kuningan. Pada awalnya aku juga sempat tidak kerasan karena sangat asing bagiku, apalagi dengan bahasa, budaya, cuaca, dll yang sangat berbeda. Tetapi bundaku selalu memberi semangat dan motivasi untukku walaupun dari jauh. Dan aku menjadi semangat untuk bersekolah, apalagi aku teringat ibundaku meskipun beliau pada kondisi yang repot mengurus keluarga serta tempat mengajarnya jauh dari rumah, namun bundaku tetap bersemangat menyelesaikan kuliah S1 sampai selesai. Beliau menginspirasi aku untuk semangat untuk menggapai cita-citaku. Aku berharap suatu saat tiga tahun lagi Insyaallah aku bisa kuliah dan bertemu dengan sahabat-sahabatku lagi di Surabaya.

Di SMA Kosgoro Kuningan, semua teman-teman, guru-guru mendukung aku disini untuk aku bisa lebih sehat dan dapat mengikuti pelajaran di sekolah. Pada awalnya aku sempat tidak percaya diri apakah aku sanggup untuk melanjutkan sekolahku. Tetapi ternyata dugaanku salah. Malahan memberi pengalaman baru buat aku dengan perbedaan budaya dan bahasa yang baru pertama kali aku kenal yang mempunyai ciri khas tersendiri. Pengalamanku tersebut aku ceritakan kepada bundaku di Jatim yang membuat beliau senang karena kondisiku semakin hari semakin sehat.

Seperti yang dinasehatkan bundaku meskipun aku di uji oleh Allah aku sakit. Tetapi ada hikmahnya di balik semua kejadian. Bahwasanya kita harus sabar, tegar dan tawakkal dalam menghadapi semua cobaan yang diberikan oleh Allah. Semua manusia pasti di uji dan diberi cobaan oleh Allah, meski begitu kita harus tetap bisa menyikapinya.

Bunda adalah sosok seorang wanita yang sangat sabar dan bisa menerima dengan ikhlas apapun yang diberikan dan di anugerahkan oleh Allah kepada beliau. Meskipun sekarang bunda menjadi seorang istri dari seorang ayahku yang hanya bekerja sebagai pegawai kecil, tetapi bunda tetap tegar menjalankan hidup walau rintangan terus menghadang. Dan jerih payahnya mengurus aku dan adik-adikku hingga sekarang tidaklah menjadi suatu problema kehidupan tetapi telah menjadikan sebuah senyuman yang abadi selamanya.

Terima kasih bunda…… Dari kisah tersebut aku dapat menginspirasikan bunda sebagai panutan untuk menjalani hidupku yang masih panjang. Semoga aku dapat mencontoh dari apa yang sudah dijalani oleh bunda dari dahulu hingga sekarang. Dan doakan juga agar aku dapat membahagiakan bunda begitu juga dengan ayah. “Bunda, Ayah, pada suatu saat anandamu ini pasti dapat membalas jasa-jasa yang telah ayah dan bunda lakukan semua untukku. Walau tak dapat semuanya ku lakukan, tetapi semua itu semoga bisa membuat ayah dan bunda tersenyum dan bangga denganku.”

♣ ♣ ♣ ♣

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s